Di Korea, phablet Samsung Galaxy Note 7 diproduksi ulang dengan konfigurasi baterai yang lebih aman (refurbish). Produk ini dinamakan Samsung Galaxy Note Fan Edition dan laris manis. Kok bisa?

Ketika phablet ini dirilis pada bulan Juli kemarin, hanya butuh waktu dua bulan saja untuk 400 ribu unit laris manis dibeli oleh konsumen di Korea Selatan. Perlu diketahui, barang refurbished adalah suatu produk yang sebelumnya pernah mengalami kerusakan atau cacat, kemudian direparasi, lalu dijual kembali dengan status sebagai barang baru.

Phablet yang memiliki kapasitas baterai 3,200mAh ini juga memiliki harga yang lebih murah ketimbang versi aslinya. Galaxy Note FE dibanderol dengan harga 699,600won (sekitar Rp8 jutaan). Berbeda dengan Galaxy Note 7 yang dibanderol dengan harga awal rilis 999,600won (sekitar Rp11,5 juta).

Ternyata faktor utamanya adalah harga. Bagaimana tidak? Kamu juga pasti mau dong mempunyai phablet yang dibuat ulang (tetapi menggunakan spesifikasi yang sama kecuali baterai diturunkan 300mAh) dengan harga beda Rp3 jutaan?

Tapi tenang dulu nih. Itu baru di Korea Selatan. Penjualan gelombang dua di negara mereka aja belum tentu akan ada apalagi mikir akan hadir di Indonesia. Jadi buat yang ‘ngarep’ Samsung Galaxy Note Fan Edition bakal hadir di Indonesia, sabar dulu ya.

Kasus meledaknya Galaxy Note 7 terjadi pada awal September 2016 dimana terdapat banyak laporan yang masuk mengenai meledaknya Galaxy Note7 mereka. Hal ini diakui oleh Samsung sebagai kesalahan dari pihak mereka dan menarik phablet tersebut dari pasaran pada tanggal 11 Oktober 2016.

Keputusan untuk menghentikan penjualan Galaxy Note 7 diperkirakan merugikan vendor smartphone Android terbesar di dunia ini hingga Rp221 trilyun (nilai yang diproyeksikan menjadi hasil dari penjualan 19 juta unit Galaxy Note 7 hingga masa edarnya berakhir tahun depan)! Dan tambahan sekitar Rp28 trilyun lainnya jika 2.5 juta unit Galaxy Note 7 yang nilainya masing-masing rata-rata sekitar Rp11 jutaan dikembalikan ke para pembeli.

Comments

comments